Minggu, 31 Mei 2026

PIDIYA


Informasi mendalam mengenai sosok Aan Suhendar dan program PIDIYA saat ini masih sangat terbatas pada catatan publikasi ekosistem seni budaya lokal di Sukabumi.
Berdasarkan data yang tersedia, program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memodernisasi cara pelaku seni menyimpan, membagikan, dan mengomunikasikan karya mereka agar tidak hilang ditelan zaman.
Detail Konsep & Cara Kerja PIDIYA
  • Digitalisasi Arsip Kebudayaan: Mengonversi data fisik kesenian (seperti sejarah tari, alat musik tradisional, biografi seniman local) ke dalam sistem basis data digital.
  • Papan Informasi Digital: Menyediakan medium interaktif di titik-titik strategis atau platform web agar masyarakat umum dan wisatawan dapat mengakses jadwal pertunjukan, profil sanggar, dan peta persebaran seni budaya di Sukabumi.
  • Sinergi Lintas Komunitas: Mengintegrasikan 35 elemen pelaku seni, termasuk komunitas film lokal, untuk menciptakan konten audio-visual yang mempromosikan kekayaan budaya Sukabumi ke tingkat nasional.
Mengapa Program Ini Penting?
  1. Keberlanjutan Data: Banyak sejarah seni lisan di Sukabumi berisiko punah jika tidak didokumentasikan secara digital.
  2. Kemudahan Akses: Membantu generasi muda (gen-Z dan milenial) untuk mempelajari kebudayaan lokal melalui gawai dan layar digital interaktif.
  3. Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Menjadi sarana promosi gratis bagi para pelaku seni untuk mendapatkan undangan tampil atau kolaborasi industri.
Tentu saja semua pelaku seni budaya berhak untuk berkembang dan maju, dikenal karya atau keahliannya oleh semua pihak, namun dari tahun ke tahun dan dari masa ke masa tidak pernah bisa tercapai hal itu, maka kami menjawab tantangan itu, media Informasi publik berupa Papan Informasi Digital, website dan aplikasi Android, seluruh data pelaku seni budaya dari masa ke masa kami input kedalam PIDIYA, sehingga akan bermanfaat untuk sekarang dan masa yang akan datang, usulan ini didukung sepenuhnya oleh :

#Danaindonesiaraya #DanaAbadiKebudayaan #KementerianKebudayaan
#LPDP
@dana.indonesiaraya