Jumat, 31 Juli 2026

APA ITU PIDIYA



Saya sebagai mantan Humas – Sekretaris Umum dan perumus AD/ART Dewan Kesenian Kota Sukabumi. mengkhawatirkan keberadaan pelaku/Sanggar/lembaga seni budaya, setelah 8 tahun berlalu tepatnya sejak 2018 hingga tahun ini, dirasakan kegiatan para pelaku/ sanggar/lembaga seni budaya hanya tampak pada acara – acara tertentu saja, dan hanya beberapa saja yang tampak kepermukaan, padahal pada kenyataannya masih banyak yang berpotensi, hal tersebut jika dibiarkan akan hilang tanpa jejak, tanpa diketahui karya – karyanya oleh generasi muda dan masyarakat, sebagai bagian dari perkembangan sejarah seni budaya di sukabumi.

Sebuah tantangan untuk menjawab keberadaan seni budaya dimasa teknologi saat ini, P.I.D.I.Y.A  hadir selain aplikasi pada Papan Informasi Digital juga termasuk Website, dan Aplikasi Android, menyatukan dan mendata ulang para pelaku/ Sanggar/ Lembaga seni budaya kota sukabumi tanpa harus membuat kembali sebuah organisasi besar, cukup dengan P.I.D.I.Y.A inilah diharapkan menjadi solusi yang efektif dan efisien serta berkelanjutan sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Kota Sukabumi untuk masa kini dan masa yang akan datang.

P.I.D.I.Y.A akan menjadi aset keberlangsungan para seniman dan pelaku budaya lainnya, keingintahuan masyarakat selama ini terjawab, Data pelaku dan perkembangan seni budaya perlu dipublikasikan, semakin aktif masyarakat memanfaatkan P.I.D.I.Y.A semakin banyak diketahui oleh masyarakat luas baik di tingkat lokal, Nasional maupun internasional, dan tidak lagi khawatir kehilangan jejak untuk selanjutnya dapat dilestarikan atau dikembangkan oleh generasi sekarang dan masa yang akan datang.

Meskipun Proses pendataan terbilang cukup lama, pada dasarnya masyarakat sudah bisa mengakses PIDIYA baik di papan informasi digital, Website maupun di aplikasi android sehingga mengetahui update data yang sedang berlangsung, adapun manfaat lain bagi masyarakat dan para pelaku seni budaya diantaranya :

  1. PIDIYA menginformasikan layanan Pelatihan berbagai macam kesenian (Vokal, Tari, Teater, Karawitan, lukis, Bahasa Sunda, Pencak silat dan seni budaya lainnya).
  2. PIDIYA Menyediakan informasi Sejarah Seni budaya dan tempat bersejarah era kemerdekaan tahun 1945 di kota Sukabumi khususnya untuk keperluan pengetahuan Masyarakat, pelajar dan mahasiswa.
  3. PIDIYA selain aplikasi pada Papan Informasi Digital, akan Menyediakan Website dan aplikasi android sebagai Bank data agar bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun.
  4. PIDIYA menerima kerjasama dengan pelaku usaha Hotel/ Pariwisata/ Lembaga maupun perorangan dalam pemberdayaan potensi Para pelaku seni budaya yang sudah terdata.

PIDIYA singkatan dari Papan/Portal Informasi Digital Seni dan Budaya dengan materi data didalamnya adalah :

  1. Para Pelaku Kesenian
  2. Para Pelaku Kebudayaan
  3. Museum/ Galeri
  4. Sejarah Kesenian dan kebudayaan
  5. Tempat Bersejarah Era Kemerdekaan 1945


Selasa, 16 Juni 2026

Prestasi Putra Daerah Kota Sukabumi



Indonesia baru - baru ini mendapatkan Juara 2 di ajang IFLC (Internasional Festival Of Language & Culture) yang dilaksanakan di Romania wilayah Eropa Tenggara dan Tengah, di utara Semenanjung Balkan dan berbatasan langsung dengan Laut Hitam.
Makhraj Sahdan Nabihan nama panggilan Bihan.....ya bihan adalah Putra Indonesia - Jawa Barat - Kota Sukabumi - Kec. Lembursitu - Kelurahan Sindangsari, menurut pengakuan Ibunda Bihan (Amelia) bahwa sejak awal pendaftaran berjuang sendiri tanpa sepengetahuan siapapun kecuali keluarga, hingga menjelang beberapa hari keberangkatan ke Rumania Alhamdulillah mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Sukabumi, Para pelaku seni budaya dan Perorangan lain yang mendukung, kami yang berangkat ke Rumania merasa terharu dan berterima kasih kepada semuanya yang telah suport kami khususnya Bihan, dengan hasil akhir bahwa Bihan mendapat Juara 2 kami merasa lega, terharu dan bangga tentu saja akhirnya dukungan dari semua Pihak tidak sia-sia.
Saat ini Bihan masih menerima rangkaian acara pasca kegiatan, masih berada di Rumania hingga akhir bulan Juni. demikian yang di sampaikan amelia (ibunda Bihan).


Tim Lensasukabumikota
as

Minggu, 31 Mei 2026

PIDIYA


Informasi mendalam mengenai sosok Aan Suhendar dan program PIDIYA saat ini masih sangat terbatas pada catatan publikasi ekosistem seni budaya lokal di Sukabumi.
Berdasarkan data yang tersedia, program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memodernisasi cara pelaku seni menyimpan, membagikan, dan mengomunikasikan karya mereka agar tidak hilang ditelan zaman.
Detail Konsep & Cara Kerja PIDIYA
  • Digitalisasi Arsip Kebudayaan: Mengonversi data fisik kesenian (seperti sejarah tari, alat musik tradisional, biografi seniman local) ke dalam sistem basis data digital.
  • Papan Informasi Digital: Menyediakan medium interaktif di titik-titik strategis atau platform web agar masyarakat umum dan wisatawan dapat mengakses jadwal pertunjukan, profil sanggar, dan peta persebaran seni budaya di Sukabumi.
  • Sinergi Lintas Komunitas: Mengintegrasikan 35 elemen pelaku seni, termasuk komunitas film lokal, untuk menciptakan konten audio-visual yang mempromosikan kekayaan budaya Sukabumi ke tingkat nasional.
Mengapa Program Ini Penting?
  1. Keberlanjutan Data: Banyak sejarah seni lisan di Sukabumi berisiko punah jika tidak didokumentasikan secara digital.
  2. Kemudahan Akses: Membantu generasi muda (gen-Z dan milenial) untuk mempelajari kebudayaan lokal melalui gawai dan layar digital interaktif.
  3. Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Menjadi sarana promosi gratis bagi para pelaku seni untuk mendapatkan undangan tampil atau kolaborasi industri.
Tentu saja semua pelaku seni budaya berhak untuk berkembang dan maju, dikenal karya atau keahliannya oleh semua pihak, namun dari tahun ke tahun dan dari masa ke masa tidak pernah bisa tercapai hal itu, maka kami menjawab tantangan itu, media Informasi publik berupa Papan Informasi Digital, website dan aplikasi Android, seluruh data pelaku seni budaya dari masa ke masa kami input kedalam PIDIYA, sehingga akan bermanfaat untuk sekarang dan masa yang akan datang, usulan ini didukung sepenuhnya oleh :

#Danaindonesiaraya #DanaAbadiKebudayaan #KementerianKebudayaan
#LPDP
@dana.indonesiaraya